Software & Aplikasi

Mengulas IPO JELI: Strategi Produsen Inaco (PT Niramas Utama Tbk) Bidik Dana Rp392 Miliar

15 Juni 2026 14:25 WIB

by Khoirul Roziq

Bagi masyarakat Indonesia, nama Inaco tentu sudah sangat akrab di telinga. Produk makanan penutup (dessert) berbasis kelapa seperti nata de coco, jeli, puding, hingga gummy candy dari merek ini telah menemani berbagai generasi selama lebih dari 35 tahun. Kini, produsen di balik merek legendaris tersebut, PT Niramas Utama Tbk, bersiap mengambil langkah besar dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui aksi Initial Public Offering (IPO) menggunakan kode saham yang sangat unik dan mudah diingat: JELI.

Aksi korporasi sektor barang konsumsi (consumer goods) ini langsung mencuri perhatian para investor ritel maupun institusi. Bagaimana prospek bisnisnya? Mari kita bedah fakta, jadwal, dan analisis rencana IPO JELI secara mendalam namun tetap mudah dipahami.

1. Fakta dan Angka di Balik IPO JELI

Berdasarkan prospektus awal yang dirilis perusahaan, PT Niramas Utama Tbk akan melepas sebanyak-banyaknya 350 juta lembar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 25,93% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

  • Rentang Harga Penawaran: Rp900 hingga Rp1.120 per lembar saham.

  • Target Dana Segar: Emiten berkode JELI ini berpotensi menghimpun dana maksimal hingga Rp392 miliar.

  • Estimasi Kapitalisasi Pasar: Berkisar antara Rp1,22 triliun hingga Rp1,51 triliun.

  • Penjamin Emisi (Underwriter): PT Sucor Sekuritas.

2. Bedah Rencana Penggunaan Dana: Sinyal Ekspansi Positif

Salah satu indikator utama kejelian investor sebelum membeli saham IPO adalah melihat ke mana dana publik akan dialokasikan. Kabar baiknya, mayoritas dana segar dari IPO JELI akan digunakan untuk belanja modal produktif (Capital Expenditure/CapEx), bukan habis untuk membayar utang.

Berikut rincian alokasinya:

  • 51,04% (Penyertaan Modal Anak Usaha): Dana ini akan disalurkan sebagai ekuitas ke anak usahanya, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), guna membeli, melunasi, dan menginstalasi mesin produksi baru. Langkah ini fokus untuk mendongkrak kapasitas produksi produk jeli dan gummy candy guna memenuhi lonjakan permintaan pasar domestik dan ekspor.

  • 18,36% (CapEx Internal): Digunakan langsung oleh perseroan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang (warehouse storage) dan mempercepat rantai logistik internal.

  • 10,63% (Pelunasan Utang): Digunakan untuk mencicil sebagian pokok utang jangka pendek Kredit Modal Kerja (KMK) kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sehingga sisa kewajiban terproyeksi turun dari Rp94 miliar menjadi Rp54 miliar.

  • 19,97% (Modal Kerja): Dialokasikan untuk operasional harian, pembelian bahan baku, serta aktivitas pemasaran.

3. Kinerja Keuangan JELI yang Unik: Penjualan Turun, Laba Meroket

Jika Anda membedah laporan keuangannya, ada satu fenomena menarik pada performa finansial PT Niramas Utama Tbk dalam rentang tahun 2023 hingga 2025:

Meskipun pendapatan mengalami sedikit penurunan dari Rp838,94 miliar (2023) menjadi Rp753,05 (2025), laba bersih perseroan justru melonjak tajam hingga 235% di periode yang sama, meroket dari Rp1,68 miliar menjadi Rp39,03 miliar.

Hal ini menunjukkan adanya perbaikan marjin dan efisiensi struktural yang sangat baik di dalam manajemen operasional perusahaan. Terlebih, pada tahun 2025 mereka sukses mengakuisisi PT Supra Natami Utama demi mengamankan pasokan rantai pasok bahan baku nata de coco mereka secara mandiri.

4. Hal yang Perlu Dicermati Investor sebelum Membeli

Meskipun JELI memiliki brand awareness yang luar biasa kuat di Indonesia serta jaringan distribusi luas (mencakup 251 titik domestik dan ekspor ke 7 negara), investor tetap perlu memperhatikan beberapa catatan penting:

  1. Valuasi Saham: Secara indikatif, Price to Earnings Ratio (PER) saham JELI berada di kisaran 31 hingga 39 kali berdasarkan laba bersih tahun buku 2025. Angka ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan laba yang cukup tinggi pasca-IPO.

  2. Rasio Utang: Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) perseroan tercatat masih berada di angka 2,79 kali.

  3. Arus Kas: Arus kas operasional sempat turun sekitar 83% di tahun buku 2025, hal ini disebabkan oleh tingginya piutang dari lonjakan penjualan akhir tahun yang belum sempat tertagih sebelum tutup buku per 31 Desember 2025.

5. Jadwal Lengkap IPO Saham JELI

Bagi Anda yang tertarik mengoleksi saham produsen Inaco ini, catat indikasi linimasa pendaftarannya agar tidak terlewat:

  • Masa Penawaran Awal (Bookbuilding): 15 – 22 Juni 2026

  • Perkiraan Tanggal Efektif OJK: 29 Juni 2026

  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 1 – 3 Juli 2026

  • Tanggal Penjatahan (Allotment): 3 Juli 2026

  • Distribusi Saham secara Elektronik: 6 Juli 2026

  • Pencatatan Perdana di BEI (Listing): 7 Juli 2026

Catatan: Saham JELI juga direncanakan masuk ke dalam kategori saham syariah, sehingga membuka akses bagi basis investor yang lebih luas.

Kesimpulan: Layakkah Saham JELI Dikoleksi?

IPO PT Niramas Utama Tbk (JELI) membawa angin segar di sektor consumer goods pertengahan tahun 2026 ini. Kekuatan utamanya terletak pada nama besar produk Inaco yang sudah melegenda dan rencana penggunaan dana IPO yang murni berorientasi pada ekspansi bisnis masa depan.

Kunci pembuktian emiten JELI ke depan adalah apakah kapasitas produksi baru dari dana IPO ini mampu membalikkan tren penurunan pendapatan dalam beberapa tahun terakhir. Jika manajemen berhasil mengeksekusi rencana ekspansi ini dengan matang, saham JELI berpotensi menawarkan pertumbuhan jangka panjang yang manis bagi portofolio Anda.

Bagi Anda yang berminat, pemesanan dapat dilakukan secara langsung dan transparan melalui aplikasi atau platform resmi e-IPO selama masa penawaran berlangsung.

Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko kerugian finansial. Artikel ini dibuat murni untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi atau paksaan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Lakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan investasi.